Hotel Grand Heritage di kota Semarang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda tahun 1920-an. Dari 50 kamar yang ada, satu kamar tidak pernah disewakan: Kamar 13.
Sejarah Kelam
Menurut cerita lama, pada masa penjajahan Jepang, kamar itu digunakan sebagai tempat interogasi dan penyiksaan. Banyak tahanan yang tidak pernah keluar hidup-hidup dari kamar itu. Sejak hotel dibuka kembali setelah kemerdekaan, staf hotel sering melaporkan kejadian aneh.
Saksi Mata
Bu Yanti, mantan resepsionis hotel yang bekerja selama 20 tahun, bercerita: "Setiap malam Selasa Kliwon, terdengar suara tangisan dan ketukan dari kamar 13. Padahal kamar itu selalu terkunci dan tidak ada siapa-siapa di dalam."
Seorang tamu yang tidak tahu tentang larangan pernah memaksa menginap di kamar 13 karena kamar lain penuh. Tengah malam, dia berlari keluar sambil menjerit. Katanya, dia melihat bayangan tentara Jepang di sudut kamar dan merasakan ada yang mencekik lehernya.